Sabtu, Februari 7, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Dilaporkan KAMI Ke KPK Bersama Kades Jujun, KDM : Tidak Perlu Ditanggapi

spot_img

Reportika.id || Bekasi – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Senin, 1 Desember 2025. Untuk melaporkan Gubernur Jawa Barat Dedi mulyadi dan Kepala Desa Wadas Karawang Junaedi atau Lurah Jujun.

 

Elyasa Budianto yang mewakili kami, menjelaskan mereka melaporkan dua orang dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab terkait pelaksanaan kegiatan normalisasi di wilayah Desa Wadas Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang.

 

Menurutnya, dua orang tersebut (Dedi Mulyadi, dan Lurah Jujun) merupakan sosok dibalik kegiatan normalisasi yang tidak jelas anggarannya.

Baca Juga  Pakar Hukum Pertanyakan Unsur Kerugian Negara di Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

 

“Kalau yang namanya sebuah kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintahan, itu harus jelas, dan transparan, apalagi anggaran, itu harus dipublikasikan,” Terang Elyasa kepada wartawan.

 

Menurutnya KAMI sudah membuat laporan secara resmi ke KPK, dan sudah diterima, dengan nomor 077/KAMI-KRW/XI/2025.

 

“Kami sudah laporkan, dan sudah diterima sebagai sebuah aduan, dah di stempel,” Pungkasnya.

 

Sementara itu, Dikutip dari Berita Tribun Jabar, Gubernur Jawa barat Dedi mulyadi tak ingin menanggapi pelaporan dirinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Cabang Karawang.

Baca Juga  Dalam Waktu 1 x 24 Jam, Tim Tekab Polsek Palas, Berhasil mengamankan Pelaku Curat

 

Dikatakan Dedi, laporan tersebut dianggap sudah biasa dan tidak perlu ditanggapi lebih lanjut.

 

“Ah, sudah biasa ini. Nggak usah ditanggapi lah. Santai saja,” ujar Dedi, Selasa (2/12/2025), seperti yang diberitakan tribun Jabar.

 

Dedi mengaku, aktivitasnya di Karawang semata dilakukan untuk mengembalikan aset negara yang diperjualbelikan secara ilegal.

 

Red

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah