Kamis, April 2, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Dianggap Membahayakan, Aktivitas Truk Tanah di Pebayuran di Protes Warga

spot_img

Reportika.id ll Kabupaten Bekasi – Amarah warga Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Jawa Barat memuncak lantaran aktivitas Dump Truk pengangkut tanah urugan Pertamina. Konvoy mobil bertonase berat tersebut dianggap meresahkan, sehingga mendorong masyarakat Pebayuran untuk menyetop total dump truk tanah tersebut untuk beraktivitas di siang hari di wilayah Pebayuran. Sabtu, 20 Desember 2025.

 

Warga menilai aktivitas dump truk di jalur Pebayuran pada siang hari rawan terjadi kecelakaan. Sebab jalan utama Pebayuran memiliki jalan yang tidak terlalu lebar, sehingga aktivitas mobil tersebut dianggap mengganggu jika berlalu lalang di siang hari.

Baca Juga  Operasi Ketupat Berakhir, Polisi Tetap Jaga Arus Balik hingga Akhir Maret

 

“Pebayuran bukan jalur tambang. Kami meminta dump truk tanah tidak lagi melintas di siang hari, jaga keselamatan warga dan pengguna jalan,” ucap Nurdin pengguna jalan.

 

Sebelum ada korban luka, aktivitas dump truk dinilai merusak infrastruktur jalan, memicu kemacetan, menimbulkan polusi debu, serta menciptakan rasa tidak aman bagi pengguna jalan, khususnya perempuan dan anak-anak.

Baca juga:

Dipastikan Jadi Bupati Definitif, Berikut Sosok dr. Asep Surya Atmaja

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya Dinas Perhubungan, serta Kepolisian, agar segera mengambil langkah tegas terhadap mobilisasi truk besar tersebut.

Baca Juga  Oknum Pegawai ASN Disdagperin Bekasi Akui Terima Rp80 Juta, Klaim Pengembalian Menuai Polemik

 

Tuntutan tersebut meliputi pelarangan total dump truk tanah konvoi melintas di siang hari, serta penindakan tegas terhadap perusahaan dan pengemudi yang melanggar ketentuan.

 

“Jika tidak mampu mengawasi, lebih baik dilakukan pelarangan total. Jangan menunggu jatuhnya korban jiwa,” ujar warga lainnya dengan nada geram.

 

Hingga saat ini, masyarakat menilai belum ada kebijakan konkret yang benar-benar memberikan perlindungan terhadap keselamatan warga Pebayuran dan sekitarnya. Oleh karena itu, warga menegaskan akan terus menyuarakan penolakan untuk tidak konvoi di siang hari.

Baca Juga  Bupati Lebak Dipanggil Gubernur Banten Usai Kisruh dengan Wakilnya, Yohanes Oci: Tepat dan Patut Diapresiasi

 

“Bagi masyarakat Pebayuran sikap mereka tegas dan tidak dapat ditawar, dump truk pengangkut tanah tidak lagi diterima melintas di siang hari untuk Wilayah Pebayuran, Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama,” Cetus warga Pebayuran

 

(Bemo)

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah