Reportika.co.id || Lebak, Banten – Kemunculan Bupati Lebak Hasbi Jayabaya di Kantor Gubernur Banten memunculkan dugaan kuat bahwa ia dipanggil langsung oleh Gubernur Banten menyusul kisruh dengan wakil bupati yang sempat mencuat ke publik.
Direktur Eksekutif Puspolrindo, Yohanes Oci, menilai langkah Gubernur Banten tersebut sebagai tindakan yang cepat, tepat, dan patut diapresiasi. Menurutnya, sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, gubernur memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas pemerintahan agar persoalan di tingkat daerah tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
“Langkah Gubernur Banten ini patut diapresiasi. Respons cepat sangat penting agar konflik tidak melebar dan tidak mengganggu roda pemerintahan. Ini juga bagian dari menjaga citra Pemerintah Kabupaten Lebak tetap baik di mata masyarakat,” tegas Yohanes.
Meski begitu, Yohanes juga menyoroti keras dinamika hubungan antara kepala daerah dan wakil kepala daerah di Lebak. Ia menilai, munculnya konflik terbuka menunjukkan masih lemahnya komitmen terhadap etika jabatan dan kedewasaan dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Pejabat publik harus patuh pada etika dan menjaga marwah jabatan. Konflik tidak boleh diumbar ke publik karena itu mencoreng wibawa institusi dan menurunkan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap perbedaan seharusnya diselesaikan secara bijak, tertutup, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Kalau ada perbedaan, selesaikan secara dewasa dan tertutup. Jangan dipertontonkan kepada publik,” pungkasnya.
Sul




