Sabtu, Februari 7, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Baliho Calon Walikota Bekasi Pakai Baju Dinas Tuai Pertanyaan Publik

spot_img

Reportika.co.id || Kota Bekasi – Alat peraga Kampanye (APK) Calon Walikota Bekasi Heri Koswara yang bergambar dua foto dirinya, dimana foto yang utama mengenakan pakaian pada umumnya dan berpeci

 

Namun difoto kedua yang seolah dibuat sebagai bayangan, Herkos mengenakan baju seragam putih yang adalah seragam baju dinas eksekutif. Ini menjadi pertanyaan publik, sejak kapan Herkos pernah menduduki jabatan eksekutif?

 

Fungsionaris Pengurus Marcab Laskar Merah Putih Kota Bekasi, Hasan Basri, angkat bicara.

Baca Juga  Apel Pagi Gabungan Kecamatan Bantar Gebang Dirangkai Pemberian Cenderamata untuk Anggota Satlinmas Purna Tugas

 

“Secara hukum, Agak Laen ini calon, jelas banget ini atribut eksekutif, beliau ini kan belum pernah jadi eksekutif baik jadi lurah maupun sampai jadi Walikota, kalo mantan dewan pakai jas plus pin jengkol,” ungkap Hasan Basri saat dikonfirmasi oleh awak media, Rabu (09/10/2024).

 

Hasan yang merupakan pemuda asal Jatiluhur Jatiasih, yang satu wilayah dengan sosok Herkos membeberkan, bahwa atribut-atribut itu adalah simbol negara.

 

“Memakai atribut dan pin jengkol eksekutif adalah simbol negara yang merupakan aksesoris, tentu itu protokoler, harus ada penetapan kpud dan paripurna serta pelantikan bagian dari lembaran negara.,” jelas Hasan.

Baca Juga  Banjir Rendam Gang Mawar Margahayu, Walikota Bekasi Tinjau Langsung ke Lokasi

 

Lebih jauh dikatakan Hasan, ada sebuah maksud dengan penggunaan atribut tersebut.

 

“Saya curiga ada maksud terselubung untuk mengelabuhi pemilih agar tertarik,” tambahnya.

 

Lanjut Hasan, perbuatan tersebut sudah sebagai dugaan yang mengarah pada pembohongan publik. Dirinya mendesak Gakumdu menindak.

 

“Ini mengarah kepada delik Penipuan dan Pembohongan Publik saya Mendesak agar gakumdu untuk menindak atribut atau APK bergambar semacam serta memproses secara hukum dengan adil, dan secara etis, Pesta demokrasi ini harus dilaksanakan dengan musik dan tarian yang sesuai moralitas dan regulasi,” tegasnya lagi.

Baca Juga  Menkeu Lantik 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Kemenkeu

 

Hasan pun berkelakar, bagaimana mau jadi pemimpin kalo begini saja sudah berbohong.

 

“kasian rakyat kalau dipimpin orang semacam ini,” tutupnya.

 

Sule

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah