Reportika.id || Kota Bekasi – Akses jalan menuju Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sumur Batu terpantau kerap tertutup tumpukan sampah. Kondisi tersebut membuat armada pengangkut sampah kesulitan masuk ke area TPS, sehingga memicu antrian panjang kendaraan di sekitar lokasi, Senin (22/12/2025).
Akibat jalan utama yang tidak dapat dilalui, sejumlah armada terpaksa mencari jalur alternatif dengan memutar melalui akses belakang. Untuk menghindari penumpukan kendaraan dan kemacetan di jalan umum, armada-armada tersebut kemudian diarahkan untuk parkir sementara di area gudang yang memiliki lahan cukup luas.
Langkah ini diambil agar antrean tidak meluber ke badan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat. Namun, pengalihan jalur tersebut justru berdampak langsung terhadap warga sekitar. Setiap hari, armada pengangkut sampah harus melintasi jalan lingkungan dan melewati permukiman warga.
Kondisi ini memicu keluhan masyarakat, salah satunya disampaikan oleh Ibu Hj. Gabok yang mewakili warga setempat.

Menurut Hj Gabok, warga pada prinsipnya tidak melarang armada sampah melintas di jalan lingkungan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa warga meminta adanya perhatian dan kepedulian dari pihak terkait atas dampak yang ditimbulkan.
“Kami mempersilakan mobil sampah melintas di jalan ini dan melewati rumah-rumah warga. Tapi tolong kami juga diperhatikan. Kami ini yang terdampak langsung, ada tiga RW di wilayah ini. Jika ada perhatian dan solusi yang jelas, warga tentu tidak keberatan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi sempat turun ke lapangan untuk melihat kondisi secara langsung.
Namun hingga kini, belum terlihat adanya tindak lanjut konkret atau upaya lanjutan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Hj. Gabok menegaskan sikap tegas warga terhadap kendaraan pengangkut sampah yang tidak resmi.
Ia menyebutkan sempat ada mobil swasta berpelat hitam yang membawa muatan sampah dalam jumlah besar dan mencoba melintas di wilayah tersebut.
“Saat itu langsung kami hentikan. Mobil kami minta mundur dan tidak kami izinkan masuk, karena bukan armada resmi. Kami tidak ingin wilayah kami dijadikan jalur bebas tanpa aturan,” tegasnya.
Warga berharap Pemerintah Kota Bekasi, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, segera turun tangan secara serius untuk menata kembali akses menuju TPS Sumur Batu, mengurai antrean armada sampah, serta meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat. Tanpa penanganan yang jelas, persoalan ini dikhawatirkan akan terus berlarut dan memicu keresahan warga ke depan.
Sul




