Sabtu, Februari 7, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Akibat Sakit Menahun, Pria Akhiri Hidupnya Dengan Cara Gantung Diri

spot_img

Reportika.co.id || Palas, Lampung Selatan – Diduga depresi karena sakit yang tak kunjung sembuh, Supriyanto (41) warga Dusun Susukan, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kayu kasau dibelakang rumahnya, Senin (10/4/2023) sekitar pukul 10.00 WIB.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Awak media korban pertama kali ditemukan oleh anaknya tirinya, Yuni (38). Secara spontan, putrinya teriak histeris dan meminta pertolongan kepada masyarakat.

 

Supriyanto diduga gantung diri lantaran tak kunjung sembuh dari sakit diabetes yang dideritanya, selama beberapa tahun terakhir ini.

Baca Juga  Hadiri Undangan Pengelolaan Sampah di Jepang, Bupati Egi: Modal Strategis Untuk Dikembangkan di Lamsel

 

Saat dikonfirmasi, Camat Palas Rosalina mengatakan,” sebelum ditemukan gantung diri, korban sempat dianjurkan putrinya untuk sarapan dan dilanjutkan untuk berjemur.

 

“Namun, ketika ditinggal keluar rumah sebentar, ternyata bapaknya itu sudah ditemukan sudah tergantung dengan seutas tali tambang,” kata dia.

 

Mewakili Kapolsek Palas AKP Andy Yunara, Kanit Reskrim Polsek Aipda, Muhyi Kurnain mengatakan saat di tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya menemukan jasad korban masih tergantung di kasau belakang ruang rumah belakang.

Baca Juga  Gandeng IWO, Ponpes Ahmad Dahlan Candipuro Gelar Workshop dan Pelatihan Jurnalistik

 

“Korban nekat gantung diri memakai tali tambang, dan tidak jauh dari lokasi ada tangga, yang diduga digunakan untuk alat aksi nekat itu. Tapi, kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan,” kata dia.

 

Sementara itu, Petugas Kesehatan Puskesmas Palas, dr. Herman mengatakan berdasarkan hasil visum luar, kondisi jasad korban ditemukan leher terdapat jeratan tali tambang, lidah menjulur dan kemaluan mengeluarkan air, seperti sperma.

 

“Kalau dari ciri-cirinya murni bunuh diri. Dan memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di jasad korban,” kata dia.

Baca Juga  Pelantikan Pengurus DPD NasDem, Bupati Egi Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Politik untuk Pembangunan Daerah

 

Selain itu, kata Herman, korban merupakan pasiennya yang baru satu minggu terakhir berobat di Kliniknya. Dia mengaku korban mengidap diabetes dan sudah mengalami luka di bagian jari kaki.

 

“Jadi, korban ini pasien saya. Kemarin saja baru konsultasi di klinik saya. Bahkan, kondisi luka di kakinya sudah membaik,” kata dia.

 

Made

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah