Air PDAM Berwarna Coklat dan Bau, Warga Tarumajaya Bekasi Geram: “Kami Bayar, Bukan Minta!”
Reportika.id || Kabupaten Bekasi — Warga Kecamatan Tarumajaya dibuat resah dan khawatir setelah air bersih yang disalurkan PDAM Tirta Bhagasasi ke rumah-rumah warga justru berwarna coklat, keruh, dan berbau. Kondisi ini dinilai membahayakan kesehatan serta melumpuhkan aktivitas rumah tangga masyarakat.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak jelas air yang keluar dari keran warga berwarna coklat pekat seperti air teh, jauh dari standar air bersih layak pakai. Keluhan warga pun terekam jelas, penuh kekecewaan dan kemarahan terhadap pelayanan PDAM.
“Lah ini gimana ceritanya kita mau nyuci piring, airnya keluar begini. Tiap hari bangun tidur mikirin air, udah bener belum ya, udah bener belum ya,” ujar seorang warga dalam video tersebut.
Warga juga mengeluhkan pasokan air yang sering mati, dan ketika mengalir justru dalam kondisi hitam, keruh, dan bau, sehingga tidak bisa digunakan untuk kebutuhan dasar.
“Tiap hari air dikasih mati. Kalau nggak mati, begini item butek. Kalau kagak, bening bentar, habis itu butek lagi. Kapan beresnya PDAM? Kita ini bayar, bukan ngebor, bukan minta!” keluh warga lainnya.
Akibat kondisi tersebut, aktivitas rumah tangga lumpuh total. Warga mengaku tak bisa memasak, mencuci piring, mencuci sayuran, hingga membersihkan rumah.
“Semua jadi ketunda. Masak ketunda, nyuci sayuran ketunda. Pake air begini mau masak juga jijik. Tiap hari kita bingung jelasin ke suami kenapa rumah berantakan. Ini pipa PDAM bocor melulu, tapi nggak pernah beres,” ungkap warga dengan nada kesal.
Warga menilai buruknya kualitas air ini menunjukkan lemahnya pengawasan, perawatan jaringan pipa, dan tanggung jawab pelayanan publik dari PDAM Tirta Bhagasasi. Mereka mendesak adanya tindakan cepat, transparansi penyebab pencemaran, serta perbaikan menyeluruh jaringan distribusi air, bukan sekadar perbaikan sementara.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM Tirta Bhagasasi belum memberikan keterangan resmi, sementara keresahan warga Tarumajaya terus meningkat dan berpotensi memicu aksi protes jika tidak segera ditangani.
Sul




