Selasa, Februari 10, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Hadiri Pelatihan Early Warning System, Kapolda Sulbar Dukung Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

spot_img

Reportika.co.id || Mamuju, Sulbar — Kapolda Sulbar Irjen Pol Verdianto Iskandar Biticaca mendukung langkah provinsi Sulbar dalam memperkuat kesiapsiagaan hadapi bencana.

 

Hal ini disampaikan usai menghadiri Pelatihan Early Warning System Se- Provinsi Sulawesi, melibatkan seluruh Forkopimda, dan Instansi terkait di Mako Brimob Polda Sulbar, Senin 7 November 2022.

 

“Polda sulawesi barat beserta jajaran siap mendukung dalam mitigasi bencana, dan berharap dengan adanya pelatihan early warning system ini kita bisa lebih memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat,” Kata Kapolda Sulbar.

Baca Juga  Sikat Sindikat Ranmor, Polres Karawang Ringkus Dua Pelaku

 

“Polda sulawesi barat beserta jajaran siap mendukung dalam mitigasi bencana, dan berharap dengan adanya pelatihan early warning system ini kita bisa lebih memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat” kapolda sulbar

 

Sebelumnya, PJ Gubernur Sulbar Akmal Malik mengatakan, Akmal Malik mengatakan, melalui kegiatan pelatihan yang dilaksanakan, merupakan langkah baru untuk membentuk kesiapsiagaan Sulbar menghadapi bencana.

 

“Saya jujur kegiatan ini diinspirasi kejadian beberapa waktu lalu yaitu bergesernya bukit di Desa Onang yang menutupi jalan lintas Sulawesi dan informasi pertama saya dapatkan dari Polda,”kata Akmal Malik.

Baca Juga  Gerak Cepat Polres Metro Bekasi, Operasi Senyap Subuh Amankan Penjual Obat Keras di Kampung Kavling

 

Ia bersyukur, kejadian itu dapat ditangani dengan cepat berkat kolaborasi dan kerja sama dengan seluruh pihak.

 

Namun, yang menjadi perhatian serius menurutnya adalah bagaimana menyiapkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Apalagi Sulbar memiliki potensi bencana paling tinggi di seluruh Indonesia.

 

“Khusus di Sulawesi Barat , berdasarkan data indeks risiko bencana tahun 2021, Sulawesi Barat mempunyai skor resiko yang paling tinggi yaitu 164,85 point,”kata Akmal Malik

 

Ia mendorong, agar seluruh pihak berkolaborasi melakukan kewaspadaan terhadap kebencanaan di Sulbar.

Baca Juga  I Wayan Sudirta Pertanyakan Minimnya Aspek Pengawasan dalam Dokumen Transformasi Polri

 

“Kuncinya ada di kolaborasi, mohon hilangkan spirit yang mementingkan diri sendiri. Saya minta ketika ada kejadian bencana semua pihak bergerak, harus ada kolaborasi pemerintah Provinsi dan kabupaten dan instansi terkait,”ucap Akmal Malik.

 

Andira

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah