Oleh: Muhammad Sardani
Reportika.id || Kamis, 5 Februari 2026 – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) genap berusia 79 tahun. Usia ini menempatkan HMI sebagai salah satu organisasi mahasiswa tertua dan paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Pada titik ini, HMI tidak hanya berdiri sebagai simbol perjalanan panjang organisasi, tetapi juga sebagai rumah besar yang telah melahirkan dan menempa banyak kader untuk mengabdi di berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.
HMI adalah rumah yang semakin tua. Namun, ketuaan tidak identik dengan kerapuhan. Justru sebaliknya, ia menyimpan pengalaman, nilai, dan pelajaran yang diwariskan lintas generasi. Dari rumah inilah lahir kader-kader yang kemudian berkiprah sebagai menteri, anggota legislatif, kepala daerah, akademisi, pengusaha, hingga Wakil Presiden Republik Indonesia.
Kontribusi tersebut menjadi bukti bahwa proses kaderisasi HMI memiliki pengaruh nyata dalam perjalanan bangsa.
Meski demikian, bertambahnya usia organisasi juga membawa tanggung jawab yang semakin besar. HMI dihadapkan pada tantangan zaman yang terus berubah, mulai dari dinamika demokrasi, ketimpangan sosial, persoalan pendidikan, hingga tuntutan integritas di ruang publik.
Dalam konteks inilah HMI berada di persimpangan penting, antara merawat warisan sejarah dan memastikan relevansi peran di masa kini.
Kaderisasi HMI sejatinya tidak hanya bertujuan melahirkan individu-individu yang berhasil secara struktural, tetapi juga pribadi yang memiliki kepekaan sosial dan komitmen pengabdian. Keberhasilan kader menduduki posisi strategis hendaknya dimaknai sebagai amanah untuk menghadirkan kebijakan dan langkah-langkah yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas, khususnya dalam penguatan pendidikan, keadilan sosial, dan pembangunan sumber daya manusia.
Refleksi di usia 79 tahun ini menjadi momentum bagi HMI untuk terus memperkuat kualitas kaderisasi, tidak hanya dari sisi intelektual, tetapi juga dari sisi etika dan keteladanan. Rumah besar ini perlu terus dijaga agar tetap menjadi ruang yang subur bagi lahirnya gagasan, dialog, dan semangat pengabdian, tanpa kehilangan jati diri keislaman dan keindonesiaan yang menjadi fondasinya.
HMI tidak kekurangan sejarah dan tokoh. Yang terus dibutuhkan adalah konsistensi nilai dan keberlanjutan peran. Dengan menjaga keseimbangan antara idealisme dan realitas, HMI diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam proses pembangunan bangsa, sekaligus menjadi mitra kritis yang konstruktif dalam kehidupan demokrasi.
Selamat Milad ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam.
Rumah ini telah menempa banyak kader untuk bangsa.
Semoga di usia yang semakin matang, HMI terus menghadirkan pengabdian yang relevan, berintegritas, dan memberi manfaat nyata bagi Indonesia.
Rania




