Jumat, Februari 6, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Warga RT 08/RW 11 Jakasampurna Keluhkan Minimnya Bantuan dan Lambannya Respons RW Saat Banjir

spot_img

Reportika.id || Kabupaten Bekasi — Warga RT 08 RW 11 Kelurahan Jakasampurna, Kota Bekasi, mengeluhkan minimnya bantuan serta lambannya respons aparatur wilayah tingkat RW saat banjir melanda permukiman mereka. Banjir terjadi selama dua hari berturut-turut akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hari.

 

Salah satu pengurus RT setempat, Rahmat, menyampaikan bahwa ketinggian air bervariasi, mulai dari di bawah betis hingga mencapai sepinggang orang dewasa di titik terparah. Ia menyebut, banjir ini bukan kali pertama terjadi, bahkan dalam dua pekan terakhir wilayahnya sudah dua kali terendam.

 

“Banjir minggu lalu itu yang paling parah, sampai tiga hari dua malam. Anehnya, waktu itu sama sekali tidak ada bantuan dari luar. Kami sudah berusaha koordinasi dengan pihak RW, tapi tidak ada respons apa pun,” ujar Rahmat kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga  Hujan Deras di Hulu, Kiriman Air Kali Bekasi Sempat Rendam Permukiman Warga

 

Karena tidak adanya bantuan dan tanggapan dari RW, warga bersama pengurus RT akhirnya berinisiatif melakukan penanganan secara mandiri. Bantuan dikumpulkan dari warga yang tidak terdampak, berupa mi instan, telur, dan kebutuhan pokok lainnya. Posko darurat pun dibuka dengan fasilitas seadanya.

 

“Kami benar-benar gotong royong dari warga untuk warga. Itu melelahkan karena banjir berlangsung lama, tapi tidak ada pilihan lain,” katanya.

 

Rahmat menambahkan, bantuan baru diterima sehari sebelumnya dari BPBD Kota Bekasi berupa paket sembako seperti beras dan kopi. Selain itu, Dinas Sosial melalui kelurahan juga menyalurkan bantuan khusus balita, serta 50 bungkus makanan siap saji dari pihak kelurahan. Bantuan obat-obatan dari Puskesmas juga telah diterima warga.

Baca Juga  Menuju Porprov Jabar XV 2026, Bekasi Mantapkan Venue dan Persiapan Atlet

 

“Alhamdulillah, setelah kami lapor langsung ke kelurahan, responsnya cepat. BPBD, Dinsos, sampai Puskesmas turun. Tapi yang kami sayangkan, dari RW tidak ada respons sama sekali, padahal banjir sudah terjadi berhari-hari,” tegasnya.

 

Menurut Rahmat, banjir di RT 08 RW 11 disebabkan oleh kombinasi hujan deras berdurasi lama, kiriman air dari wilayah lain, serta persoalan drainase. Wilayah RT 08 disebut sebagai titik terendah, sehingga menjadi muara pembuangan air dari RT sekitar.

 

“Masalah utamanya drainase. Saluran pembuangan air kami melewati perumahan baru di samping RT 08 dan sering terhambat. Hujan dua jam saja sudah cukup bikin air naik,” jelasnya.

Baca Juga  Apel Pagi Gabungan Kecamatan Bantar Gebang Dirangkai Pemberian Cenderamata untuk Anggota Satlinmas Purna Tugas

 

Ia berharap ke depan ada keseriusan semua pihak, khususnya aparatur wilayah tingkat RW, untuk duduk bersama mencari solusi jangka panjang. Warga meminta adanya perbaikan saluran drainase agar debit air dapat dikurangi meski banjir tidak sepenuhnya bisa dihilangkan.

 

“RT 08 ini sering disebut wilayah terbelakang karena selalu kebanjiran. Sudah beberapa kali ganti RW, tapi masalahnya tetap sama. Kami ingin ada tindakan nyata, bukan cuma janji,” pungkas Rahmat.

 

Warga berharap koordinasi lintas wilayah dan respons cepat aparatur setempat dapat ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.

 

Sul

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah