Reportika.id || Kota Bekasi — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Aren Jaya 18, Kecamatan Bekasi Timur, menuai keluhan dari para orang tua murid.Antrean panjang terlihat sejak pagi akibat keterlambatan distribusi MBG, sementara kualitas makanan yang diterima dinilai mengecewakan dan tidak layak konsumsi. Pada Jumat (30/01/2026),
Berdasarkan pantauan di lokasi, orang tua murid sudah mulai mengantre sejak pukul 10.00 WIB untuk mengambil paket MBG. Namun hingga pukul 12.00 WIB, makanan belum juga tiba. MBG baru didistribusikan sekitar pukul 12.30 WIB, membuat banyak orang tua harus menunggu berjam-jam.
Salah seorang ibu murid mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan dan kualitas menu MBG yang diterima. Ia menyebut, selain datang terlambat, kondisi makanan sudah tidak segar dan porsinya sangat minim.
“Saya sudah nunggu dari jam 10, tahunya baru sampai jam setengah satu. Pas dibuka, makanannya sudah basi, porsinya juga kurang. Dari hari ke hari menu MBG makin ke sini makin nggak bermutu,” ujar ibu tersebut dengan nada kesal.

Ia menjelaskan, menu MBG pada hari itu hanya terdiri dari satu butir telur, satu buah apel, satu bungkus kacang, serta ubi yang dicampur santan.
Namun sayangnya, sebagian makanan tersebut sudah dalam kondisi tidak layak dikonsumsi.
“Buahnya ada yang busuk, ubi santannya juga basi. Ini anak saya nggak jadi makan, malah kami simpan sebagai bukti,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh beberapa orang tua murid lainnya yang mengaku kecewa karena anak-anak mereka tidak bisa menikmati makanan yang seharusnya menunjang kebutuhan gizi di sekolah.
Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah menyatakan akan segera melakukan mediasi dengan penyedia MBG.
Perwakilan Tata Usaha (TU) SD Aren Jaya 18 mengatakan pihak sekolah sebenarnya sudah berulang kali mengonfirmasi terkait menu dan kualitas makanan kepada pihak MBG, namun belum mendapatkan respons yang memadai.
“Kami akan memediasi dan mempertemukan orang tua dengan pihak MBG. Sebelumnya kami juga sudah mengonfirmasi soal menu dan kualitas makanan, tapi memang belum ditanggapi,” ujar pihak TU sekolah.
Para orang tua berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya terkait ketepatan waktu distribusi dan kualitas makanan, agar tujuan program untuk meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak benar-benar tercapai.
Sul




