Reportika.id || Kota Bekasi – Lurah Ciketing Udik Usep Sudharma Wijaya bersama Kasi Kesejahteraan Sosial dan jajaran staf kelurahan melakukan monitoring langsung ke sejumlah titik rawan genangan air di wilayah Ciketing Udik, saat curah hujan tinggi di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jumat (23/01/2026).
Pemantauan dilakukan menyusul hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari. Dari hasil pantauan, kondisi genangan air di sejumlah lokasi dilaporkan masih dalam keadaan aman dan terkendali.
Dua polder air yang dimiliki Kelurahan Ciketing Udik, yakni polder di RW 03 dan RW 08, terpantau berfungsi normal sebagai penampung dan pengendali debit air.
“Alhamdulillah, hingga saat ini kondisi wilayah masih aman.Dua polder air yang ada mampu menampung air dengan baik sehingga permukiman warga tidak terdampak banjir,” ujar Usep di sela-sela kegiatan monitoring.

Usep menjelaskan, ketinggian air di polder saat ini berada pada level 6,5 meter, masih di bawah batas maksimal sekitar 8 meter.Polder tersebut juga mampu menampung kiriman air dari wilayah hulu, termasuk aliran dari Bogor yang masuk melalui saluran-saluran warga Ciketing Udik.
Selain polder, kondisi rumah pompa juga dipastikan berfungsi optimal. Pompa air masih mampu mengatur keluar masuknya debit air sehingga aliran tetap lancar dan tidak meluap ke permukiman.
Tim kelurahan juga memantau aliran Kali Ciketing di perbatasan RW 02 dan RW 07 Ciketing Udik dengan wilayah Desa Limus Nunggal serta Desa Pasir Angin, Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Pemantauan dilanjutkan dengan menyisir wilayah RW 03, RW 07, dan RW 08 yang menjadi titik perhatian saat curah hujan tinggi.
Adapun polder yang berada di dekat 25 RT dilaporkan masih dalam kondisi aman. Aliran air terpantau lancar dan tidak membanjiri rumah-rumah warga.
Pemerintah Kelurahan Ciketing Udik mengimbau warga tetap waspada dan segera melaporkan apabila terjadi peningkatan debit air atau genangan di lingkungan masing-masing, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Sul




