Kamis, Mei 28, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Polemik Lelang Bus Transpatriot, LSM SOMASI: Jangan Digiring ke Opini Negatif

spot_img

Reportika.id || Kota Bekasi – Ketua Umum LSM SOMASI, Budi Ariyanto, menilai polemik terkait pelelangan armada Bus Transpatriot oleh PT Mitra Patriot (PTMP) tidak perlu dibesar-besarkan selama seluruh tahapan telah dijalankan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.

 

Menurut Budi, tudingan dan opini liar yang berkembang di ruang publik justru berpotensi menyesatkan jika tidak disertai data dan pemahaman yang utuh terhadap proses kebijakan tersebut.

 

“Kalau seluruh proses sudah sesuai prosedur, transparan, dan dapat dipertanggung jawabkan, maka di mana sebenarnya letak persoalannya? Kita harus objektif dan berpikir jernih, bukan digiring oleh sentimen atau kebencian yang berlebihan,” ujar Budi, Rabu (14/01/2026).

Baca Juga  Tawuran Remaja di Kawasan Perumahan Jatiasih Resahkan Warga, Mobil Milik Warga Ikut Rusak

 

Ia menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan publik merupakan hal yang sah dan menjadi bagian dari kontrol sosial masyarakat. Namun demikian, kritik seharusnya disampaikan secara proporsional, netral, dan berorientasi pada solusi, bukan dilandasi prasangka maupun kepentingan tertentu.

 

“Saya sepakat kritik itu penting, tapi kritik harus sehat dan membangun. Jangan sampai kritik berubah menjadi tuduhan tanpa dasar yang akhirnya justru merugikan kepentingan publik,” tegasnya.

 

Budi juga menilai kebijakan pelelangan armada Bus Transpatriot dapat dipandang sebagai langkah efisiensi dan upaya penyelamatan keuangan daerah, selama prosesnya dilakukan secara terbuka, akuntabel, serta berpedoman pada peraturan perundang-undangan.

Baca Juga  Video Viral Mencatut Dandim Terima Upeti Terkait Jual Beli Titik KDKMP di Kabupaten Kediri, LSM RATU Minta APH Usut Tuntas

 

Sebagai informasi, Bus Trans Bekasi Patriot merupakan layanan transportasi massal perkotaan bersubsidi Pemerintah Kota Bekasi yang terintegrasi. Layanan ini sebelumnya melayani sejumlah rute strategis, seperti dari Summarecon Bekasi hingga Pasar Alam Vida Bantar Gebang, melewati pusat perbelanjaan serta Stasiun LRT Bekasi Barat.

 

Bus tersebut beroperasi pada pukul 05.00 hingga 21.00 WIB dengan sistem pembayaran nontunai melalui kartu elektronik. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, operasional layanan ini diketahui telah terhenti, sehingga memicu berbagai spekulasi dan polemik di tengah masyarakat.

Baca Juga  Penyidikan Dugaan Pungli MCK Terus Berjalan, Pengembang Pasar Bantargebang Bicara Soal Kewenangan

 

Sul

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah