Sabtu, Februari 7, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Insiden Longsor di TPST Bantargebang Seret Tiga Truk ke Sungai, Warga Desak Evaluasi Total Pengelolaan Sampah

spot_img

Reportika.id || Kota Bekasi – Insiden longsor kembali terjadi di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 14.15 WIB. Longsoran tumpukan sampah diduga dipicu faktor cuaca dan kondisi gunungan sampah yang sudah melebihi daya tampung.

 

Akibat kejadian tersebut, tiga unit truk pengangkut sampah terdorong material longsoran hingga terjun ke Sungai Asem yang berada di perbatasan Kelurahan Cikiwul dan Sumurbatu.

 

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil tidak dapat dihindari.Peristiwa tersebut menuai keprihatinan dari berbagai pihak.

Baca Juga  Banjir Rendam Gang Mawar Margahayu, Walikota Bekasi Tinjau Langsung ke Lokasi

 

Salah satunya disampaikan oleh Pratigto, mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Bantargebang–Mustikajaya, Kota Bekasi. Ia menilai kejadian ini menjadi peringatan serius bagi pengelola TPST Bantargebang untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

 

“TPST Bantargebang selama ini dikenal sebagai ikon pengelolaan sampah terbesar dan terbaik di Indonesia. Dengan predikat tersebut, seharusnya insiden seperti longsor bisa dicegah dan tidak terulang di kemudian hari,” ujar Pratigto.

 

Ia menegaskan, pengelolaan TPST harus dilakukan secara profesional, terencana, dan mengedepankan aspek keselamatan kerja, terutama bagi operator alat berat dan sopir truk pengangkut sampah.

Baca Juga  Warga RT 08/RW 11 Jakasampurna Keluhkan Minimnya Bantuan dan Lambannya Respons RW Saat Banjir

 

Selain itu, Pratigto juga meminta pengelola TPST Bantargebang agar bersikap terbuka kepada publik dan awak media apabila terjadi insiden. Menurutnya, transparansi sangat penting karena menyangkut keselamatan manusia dan kepentingan masyarakat luas.

 

“Jangan ada yang ditutup-tutupi. Keselamatan pekerja dan warga harus menjadi prioritas utama. Ke depan, pengelolaan TPST harus lebih akuntabel dan responsif terhadap potensi risiko,” pungkasnya.

 

Sul

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah