Jumat, Februari 6, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Dinas Perhubungan Kota Bekasi Dinilai Tidak Sanggup, Enggan Komunikasi dan Arogan

spot_img

Reportika.co.id || Kota Bekasi – Buntut dari tindakan arogan petugas Dinas Perhubungan Kota Bekasi adanya pemukulan supir angkutan umum kota K-11, jurusan Bantar Gebang-Bekasi, pada Rabu (15/01/2025).kemarin berbuntut panjang.

 

Korban Emra, supir angkot K-11 yang mendapat tindakan kekerasan resmi melaporkan oknum pelaku ke Polres Metro Bekasi dengan laporan kepolisian nomor LP/B/92/I/2025/SPKT/Polres Metro Bekasi Kota.

 

“Dari awal kita melakukan aksi oknum petugas ini sangat kasar sekali bahasanya. Saya coba videokan kemudian yang bersangkutan marah dan mencoba merebut hp saya. Dari situ kemudian pelaku melakukan pemukulan,” terang Emra, Kamis (16/01/2025).

 

Diketahui kejadian dipicu dari aksi para supir angkot K-11 yang mencoba memberhentikan operasional biskita Transparriot Bekasi di Jalan Siliwangi, Bantar Gebang.Lantaran Biskita yang bermula beroperasi dari Sumarecon menuju Vida Bantar Gebang, melalui jalan H. Jhole, beralih ke jalan Siliwangi sejak Selasa (14/01/2025).

Baca Juga  Lurah Ciketing Udik Pantau Lokasi Genangan, Dua Folder Air Berhasil Kendalikan Banjir

 

“Peralihan ini kontan membuat penghasilan kami yang sangat minim menjadi buntung. Ini sama saja membunuh mata pencarian kami,” terang Iwan salah satu supir K-11 lainnya ditemuin di lokasi.

 

Menurutnya, sebelum peralihan untuk satu trayek dari Bantar Gebang-Terminal Bekasi bolak balik, supir K-11 dapat meraup hingga Rp 50 ribu. Namun sejak peralihan para supir hanya mampu meraup Rp 20 ribu saja.

 

“Bensin saja 25 ribu satu trayek, belum kopi dan rokok. Trus kalau hanya 20 ribu, boro-boro bisa bawa pulang ke rumah yang ada malah nombok. Iya kalau ada, kalau ga ada, ini bagaimana,” papar Iwan.

 

Baca Juga  BMKG: Waspada Peningkatan Curah Hujan di Sebagian Wilayah Indonesia menjelang Akhir Januari

Menurut mereka, sebelum Biskita beroperasi telah ada komitmen tertulis dengan organda untuk trayek masing-masing yang telah ditetapkan.

 

“Ada apa ini, sebenarnya bisa dikomunikan terlebih dahulu apa penyebab ada perlaihan dll. Jangan ujuk-ujuk. Semua cara sudah kita coba komunikan melalui bersurat tapi tak digubris. Kemudian datang marah-marah dan memukul. Ingat mereka digaji dari uang pajak masyarakat dan kami juga masyarakat Bekasi. Arogan sekali,” ungkap Iwan.

 

Terpisah, persis apa yang disampaikan Iwan, dinas Perhubungan Kota Bekasi juga enggan berkomentar. Zeno Bachtiar, Kadishub Kota Bekasi berseloroh ada giat dan menolak memberikan keterangan.

 

Alih-alih Kadishub yang seharusnya memberikan komentar, awak media malah mendapatkan keterangan dari Kapolsek Bantar Gebang.

 

“Yang saya tahu SK peralihan trayek tersebut berasal dari Dinas Perhubungan Pusat, tidak ada sangkut pautnya dengan Muspida Kota Bekasi. Miskomunikasi mungkin, jadi semua muspida Kota Bekasi kena imbasnya, termasuk Dishub. Mereka hanya menjalankan tugas dari pusat” terang Kompol Sukadi, Kapolsek Bantar Gebang pada awak media, Kamis (16/01/2025).

Baca Juga  BMKG: Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Bencana, Bukan Pemicu Cuaca Tidak Stabil

 

Meski demikian dengan pola komunikasi yang tidak baik, termasuk pada awak media. Serta perilaku arogan dilapangan, tindakan jajaran Dishub Kota Bekasi dinilai tidak sanggup. “Oknum dishub, T, yang melakukan pemukulan berteriak, ini muka saya, cari saya di pasar, laporin saja saya silahkan,” papar Iwan.

 

Menurutnya terlepas dari banyaknya polemik angkutan umum, layaknya manusia yang kelaparan, apa yang dilakukan para supir angkot K-11 adalah natural dan alami, memperjuangkan apa yang menjadi mata pencarian mereka.

 

Sule

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah