Minggu, Februari 8, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Tinggalkan Tahun 2024, Segelumit Masalah Yang Masih Jadi PR Pemkab Morowali di Tahun 2025

spot_img

Laporan Khusus Kabiro Morowali, Darman Ahmad

 

Reportika.co.id || Morowali, Sulteng – Menutup tahun 2024, dan memasuki Tahun 2025, Pemkab Morowali selain disibukan menggenjot Laporan pertanggung jawab program kerja juga di Warnai kesan Manis bercampur asin, Pasalnya, Belum usai Pembahasan Mafia Tanah yang mengarah pada pemerintah Kabupaten Morowali tepatnya Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa, lucunya Isu itu salah alamat.

 

Uniknya lagi, terkuak Temuan adanya pekerjaan Paket proyek yang salah sasaran, akibatnya Baik pengelolah maupun yang mengerjakan harus berhadapan dengan Hukum, Membuahkan hasil terjerat Pelanggaran, belum lagi susulan informasi yang tersebar di sosial media, Perselingkuhan seorang Kepala Dinas dilingkup Pemda Morowali yang saat ini masih tanda tanya, hebatnya kembali mencuat ke permukaan adanya Paket Konspirasi Adanya bantahan saling tuding antara perusahaan ternama di Bungku Utara terkait Dana segar Kewajiban yang mesti dipenuhi oleh Pihak perusahaan namun tetap ngotot Bahwa proses administrasi yang diterbitkan Pemda untuk melakukan kewajiban pembayaran lambat.

Baca Juga  Ketua KPK tentang Mekanisme Pilkada: Selama Akuntabilitas Rendah, Korupsi Akan Terus Berulang

 

Anehnya, malah ada salah satu Instansi atau Kantor Badan yang mengetahui persis Proseduralnya diam alias Bungkam, alih-alih ditengarai sedang main mata. padahal nilainya cukup lumayan besar miliaran Rupiah. siapa nantinya merugikan keuangan daerah atau negara.

 

Ada apa dengan kronologis itu menjadi tanya, apakah kolaborasi ataukah memang ada udang didalam bakso.

 

Media ini menelusuri lebih komparatif, terkait kebenaran yang di jelaskan tersebut ternyata semua Fakta, bukan Fiktif,.

 

Baca Juga  Mitigasi Lingkungan Harus Jadi Prioritas, Ratna Juwita: Bukan Sekadar Administrasi

Antara Pemberi kebijakan dan Pelaksana Proyeksi bahkan sampai pada pengelolah serta Pekerja kedepan mesti perlu pengawasan ketat dan Teropong khusus untuk mencari solusi agar tidak berlanjut, sudah barang tentu, akan menjadi sasaran isu publik dan bahan konsumsi masyarakat.

 

Melihat ke perihal tersebut maka masyarakat tentu akan berpedoman untuk membutuhkan pemimpin yang benar benar memperlihatkan profesional dalam memimpin daerah,. Sehingga tidak menjadi genggaman para penguasa kepentingan.

 

Bersambung…..

 

Darman

Baca Juga  Mahasiswa KKN Unsika Desa Segarjaya Gandeng UPTD Pertanian dan Tanika Agritech Gelar Sosialisasi Pengendalian Hama dan Teknologi Pertanian Modern

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah